Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

BERITA & ARTIKEL

  • Pemkab Barito Utara; Dukung Gunung Lumut Menjadi Taman Nasional

    Pemkab Barito Utara; Dukung Gunung Lumut Menjadi Taman Nasional

    Dukungan bagi Gunung Lumut menjadi Taman Nasional semakin kuat mengingat pentingnya fungsi kawasan tersebut. Pada 7 November 2013 Pemerintah Daerah Barito Utara menyerahkan dokumen ‘Usulan Perubahan Kawasan Hutan Lindung Lampeong – Gunung Lumut menjadi Taman Nasional’ ke Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Kawasan Alam, Kementerian Kehutanan – Jakarta yang mengajukan peningkatan status kawasan Gunung Lumut sebagai Taman Nasional dengan pola pengelolaan “Cagar Biosfer” agar memiliki payung hukum yang lebih kuat. Adapun penyerahan dokumen ini dirampungkan setelah Pemkab mendapat surat rekomendasi Gubernur Kalimantan Tengah pada tanggal 24 Juli 2013 Nomor: 522/1264/Dishut.

    “Gunung Lumut tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting di Kalimantan Tengah, tempat ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya kearifan lokal sebagai hutan yang sakral bagi umat Hindu Kaharingan, tempat para roh leluhur bersemayam”, ungkap Ardianto. SH, Ketua Majelis Agama Hindu Kaharingan Kab. Barito Utara. Dukungan juga sepenuhnya datang dari para wakil rakyat DPRD dan Pemerintah Kab. Barito Utara, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Barito Utara serta Yayasan Gunung Lumut.

    Ditjen PHKA pun menyambut baik usulan ini. Kawasan Gunung Lumut akan menambah kekayaan alam hutan konservasi di Indonesia yang saat ini baru seluas  ± 27 juta ha. Selanjutnya dokumen ini akan diserahkan kepada Menteri Kehutanan untuk ditelaah dan ditindak lanjuti keputusannya.

    Kawasan Gunung Lumut terletak di Kabupaten Barito Utara – Kalimantan Tengah dengan luas ± 31.617 ha dan diusulkan sebagai taman Nasional sejak tahun 2010 oleh masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Kawasan ini memiliki funsi penting sebagai wilayah tangkapan air di bagian hulu dan daerah penyangga bencana banjir bagi 27 desa di tepian DAS Teweh, 16 desa di tepian DAS Montallat, dan puluhan desa di tepian DAS Ayoh wilayah Kabupaten Barito Selatan. Selain itu juga kawasan ini memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dengan flora – fauna endemik Kalimantan serta memilki keunikan ekosistem. Kawasan Gunung Lumut akan menjadi kawasan konservasi pertama yang dideklarasikan setelah deklarasi inisiatif Heart of Borneo (HoB).

    Sebagai rangkaian kegiatan, Pemerintah Kab. Barito Utara bekerjasama dengan Yayasan Gunung Lumut dan WWF-Indonesia Program Kalimantan Tengah mengadakan Seminar “Potensi dan Visi Perlindungan Kawasan Gunung Lumut”  pada 11 Nopember 2013 dimana menghasilkan dukungan dari berbagai pihak untuk pengusulan kawasan Gunung Lumut menjadi taman nasional. Selanjutnya juga diadakan kegiatan media trip menuju kawasan Gunung Lumut yang mengundang 2  media lokal dan 4 media nasional pada 12 - 18 Nopember 2013.

    Dengan kegiatan media trip ini, peran media akan banyak membantu dalam menyebarluaskan informasi terkait kawasan Gunung Lumut  sehingga dapat mendorong para pemegang kebijakan agar menyetujui usulan peningkatan status kawasan ini menjadi Taman Nasional.