Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

FAQ

1. Apa itu Heart of Borneo (HoB)?

Heart of Borneo (HoB) adalah inisiatif tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Tujuan inisiatif HoB adalah untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. Jantung Kalimantan adalah bagian kawasan HoB di Indonesia.



2. Berapa luas kawasan Heart of Borneo?

Luas kawasan HoB di tiga negara meliputi areal seluas kurang lebih 23 juta hektar yang secara ekologis saling berhubungan. Wilayah HoB sebagian besar berada di Indonesia yaitu sekitar 72% yang didominasi oleh hutan hujan tropis.

Negara

Luas

(Hektar)

(%)

Total Brunei Darussalam

              424.076,66

1,82%

Indonesia

Kalimantan Barat

          4.892.136,18

21,04%

Kalimantan Tengah

          3.027.214,72

13,02%

Kalimantan Timur

          8.874.949,88

38,17%

Total Indonesia

         16.794.300,78

72,23%

Malaysia

Serawak

          2.139.471,04

9,20%

Sabah

          3.892.440,63

16,74%

Total Malaysia

          6.031.911,67

25,94%

TOTAL HoB

         23.250.289,11

100,00%

Status hutan di kawasan HoB Indonesia di tiga provinsi adalah sebagai berikut:
1. Kalimantan Barat
a. Hutan Lindung : 1.243.930 Ha
b. Hutan Produksi : 359.305 Ha
c. Hutan Produksi Konversi : 108.153 Ha
d. Hutan Produksi Terbatas : 1.201.309 Ha
e. Taman Nasional : 1.024.163 Ha
f. Tubuh air : 18.037 Ha
g. Taman Wisata Alam : 1.842 Ha
h. Area Penggunaan Lainnya : 890.518 Ha

2. Kalimantan Tengah
a. Hutan Lindung : 611.447 Ha
b. Hutan Produksi : 92.827 Ha
c. Hutan Produksi Konversi : 34.030 Ha
d. Hutan Produksi Terbatas : 1.960.780 Ha
e. Taman Nasional : 125.600 Ha
f. Cagar Alam : 197.128 Ha
g. Tubuh air : 5.478 Ha
h. Area Penggunaan Lainnya : 778 Ha

3. Kalimantan Timur
a. Hutan Lindung : 2.398.152 Ha
b. Hutan Produksi : 644.034 Ha
c. Hutan Produksi Terbatas : 3.899.666 Ha
d. Taman Nasional : 1.312.243 Ha
e. Area Penggunaan Lainnya : 607.789 Ha



3. Mengapa inisiatif Heart of Borneo penting?

Kawasan HoB memiliki 7 fungsi penting yaitu tutupan kawasan hutan, melimpahnya keanekaragaman hayati, menara air, kelerengan kawasan, penyimpan karbon, sosial-budaya dan ekowisata.

Salah satu fungsi penting kawasan HoB adalah sebagai menara air, dimana 14 dari 20 sungai utama di Pulau Borneo berhulu di kawasan HoB, seperti Sungai Barito, Sungai Mahakam, Sungai Kapuas dan lainnya.

Kawasan HoB memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dimana sekitar 40–50% jenis flora dan fauna di dunia dapat dijumpai di Borneo. Dalam waktu 10 tahun terakhir ditemukan sekitar 361 spesies baru flora maupun fauna.

Kawasan HoB merupakan rumah dan sumber penghidupan bagi masyarakat lokal yang sebagian besar Suku Dayak dengan beragam sosial dan budaya. Secara ekonomi, sosial dan budaya, masyarakat lokal bergantung pada hutan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, obat-obatan, sarana tempat tinggal dan adat istiadat.

Dalam dekade terakhir setidaknya 1,2 juta hektar hutan di Indonesia hilang setiap tahun. Demikian juga hal ini terjadi di kawasan hutan Borneo. Hal ini disebabkan oleh kegiatan penebangan hutan secara besar-besaran dan pengalihan fungsi kawasan hutan.

Saat ini hutan Borneo yang tersisa tidak lebih dari 60%, dan apabila praktik-praktik pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab ini terus berlangsung maka keberadaan hutan akan terus berkurang. Akibatnya akan menurunkan fungsi hutan, hilangnya keanekaragaman hayati dan timbulnya bencana alam.

Pengelolaan kawasan HoB secara bijak akan membantu memberi kepastian berkelanjutannya manfaat hutan di kawasan HoB bagi generasi sekarang dan mendatang.

4. Mengapa Heart of Borneo, bukan Heart of Kalimantan?

Nama Borneo mengacu pada keseluruhan pulau yang telah dikenal secara internasional. Sedangkan nama Kalimantan adalah wilayah Borneo di bagian Indonesia. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa tiga negara di Borneo memiliki kesepakatan bersama dalam inisiatif HoB. Di Indonesia program ini dikenal sebagai Program Jantung Kalimantan.

5. Dimana wilayah Heart of Borneo di Indonesia?

Pada deklarasi HoB tahun 2007, kawasan HoB mencakup 10 kabupaten di tiga provinsi yaitu Kalimantan Barat (Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu), Kalimantan Tengah (Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Barito Utara dan Murung Raya) dan Kalimantan Timur (Kabupaten Malinau, Nunukan dan Kutai Barat).

Dalam perkembangannya bulan Maret 2008, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah RI No. 26 tahun 2008 yang mencanangkan kawasan HoB sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) di Indonesia. Dalam KSN ini kawasan HoB menjadi 16 kabupaten dengan penambahan 2 kabupaten di Kalimantan Tengah (Kabupaten Kapuas dan Seruyan) dan 4 kabupaten di Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau dan Bulungan).

6. Apa yang dimaksud dengan konservasi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Heart of Borneo?

Program HoB memiliki dua misi utama yaitu konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Konservasi di kawasan HoB adalah untuk meningkatkan pengelolaan kawasan-kawasan konservasi seperti taman nasional, hutan lindung, suaka margasatwa, cagar alam dan kawasan lindung lainnya. Di luar kawasan konservasi dilakukan pengelolaan yang berbasis pembangunan berkelanjutan yaitu pengelolaan hutan lestari (sustainable forest management), pembangunan pertanian berkelanjutan dan praktik-praktik pengelolaan yang lebih baik (better management practices).

7.   Program apa yang dilaksanakan di kawasan Heart of Borneo pasca deklarasi ?

Pada pertemuan Trilateral Kedua bulan April   2008, ketiga negara menyepakati 5 program utama sebagai rencana aksi strategis (Strategic Plan of Action) yaitu:
1.  Pengelolaan kawasan lintas batas negara;
2. Pengelolaan kawasan lindung;
3. Pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan;
4. Pengembangan ekowisata;
5. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.

8. Siapa yang mengelola program Heart of Borneo?

HoB merupakan inisiatif pemerintah sehingga program dan kegiatan HoB diprakarsai oleh pemerintah bekerja sama dengan para mitra.

Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) di tingkat nasional, Kelompok Kerja Provinsi (Pokjaprov) di tingkat provinsi dan Kelompok Kerja Kabupaten (Pokjakab) di tingkat kabupaten. Pokjanas HoB bekerja untuk memfasilitasi isuisu yang terjadi di tingkat nasional, demikian juga dengan Pokjaprov dan Pokjakab masingmasing untuk isu-isu di tingkat provinsi dan kabupaten. Anggota Pokjanas adalah kementerian terkait dan perwakilan Pokjaprov yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan. Demikian juga untuk Pokjaprov dan Pokjakab beranggotakan dinas dan instansi terkait yang masing-masing ditetapkan oleh Gubenur dan Bupati.

Para mitra HoB adalah lembaga terkait, organisasi non-pemerintah, kelompok masyarakat atau sosial, dan organisasi lainnya. Para mitra ini memiliki peranan yang penting dalam membantu pemerintah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan HoB. Mitra bisa bekerja sama dengan pemerintah, secara individu, atau bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah lainnya.

9. Apakah rencana strategis dan aksi untuk program Heart of Borneo di Indonesia?

Rencana strategis dan aksi nasional HoB adalah sebagai berikut:
(1) Kerjasama provinsi dan kabupaten:
      • Penggunaan lahan berkelanjutan.
      • Penyempurnaan kebijakan sektor.
      • Pengembangan kapasitas lembaga.
(2) Pengelolaan kawasan lindung:
      • Advokasi kebijakan.
      • Informasi dan managejemen pengelolaan kawasan lindung.
      • Pemberdayaan masyarakat.
      • Pelibatan peran serta swasta/BUMN
(3) Pengelolaan sumberdaya alam di luar kawasan lindung:
      • Penyempurnaan kebijakan sektor.
      • Penggunaan lahan berkelanjutan.
      • Sistem informasi dan pemantauan.
(4) Penguatan kelembagaan dan pendanaan berkelanjutan:
      • Penguatan kapasitas lembaga.
      • Penyempurnaan kebijakan sektor.
      • Pengembangan pendanaan berkelanjutan.

10. Apakah status Heart of Borneo dalam Rencana Tata Ruang Nasional?

Sejak tahun 2008 kawasan HoB ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) oleh Pemerintah Indonesia dengan istilah Kawasan Perbatasan Darat Republik Indonesia dan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. KSN didefinisikan sebagai wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap pertahanan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial-budaya, pendayagunaan sumberdaya alam dan fungsi serta daya dukung lingkungan hidup. Khusus untuk kawasan HoB, fungsi dan daya dukung lingkungan berperan sangat besar, misalnya sebagai tempat perlindungan keanekaragaman hayati, perlindungan keseimbangan tata guna air, perlindungan keseimbangan iklim dan kawasan lindung lainnya. Program HoB selalu berusaha selaras dan mengacu pada rencana tata ruang wilayah dan rencana pengembangan wilayah.

11.  Mengapa harus dilakukan kerjasama antar negara?

Kawasan HoB mencakup perbatasan tiga negara yang memiliki keterkaitan secara ekologis atas fungsi hutannya. Secara sosialbudaya, masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia memiliki keterkaitan yang sangat erat. Dengan demikian, pembangunan perbatasan berbasis pengembangan ekonomi masyarakat menjadi penting sebagai program kerjasama lintas batas.

Kerjasama ini didasarkan pada kesepahaman yang mengikuti kaidah, aturan dan perundangan di masing-masing negara. Kerjasama ini menjadi penting untuk mendorong kebijakan pengelolaan sumberdaya alam kawasan HoB di masing-masing negara yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi dan pembangungan berkelanjutan.

12.  Dapatkah Heart of Borneo berkontribusi terhadap pengamanan perbatasan?

Dengan dikembangkannya kerja sama lintas batas akan memperkuat peran masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya yang merupakan bagian dari bentuk pengamanan perbatasan. Pembangunan ekonomi dimaksud adalah penguatan peran masyarakat melalui kegiatan ekonomi berbasis pemanfaatan sumberdaya lokal. Sedangkan aspek sosial dan budaya adalah penguatan peran masyarakat dalam pengembangan nilai-nilai kearifan lokal guna mendukung pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.

13. Heart of Borneo  adalah kerja sama tiga negara (Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia), apa konsekuensi hukum dari kerja sama ini?

Inisiatif HoB bersifat tidak mengikat (nonbinding). Namun demikian kegiatan kerja sama antar negara HoB dan kegiatan di masing-masing negara perlu dikembangkan untuk menjaga dan mendorong komitmen pembangunan konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pelibatan masyarakat.

14. Kegiatan ekonomi apa saja yang dapat dilakukan di kawasan Heart of Borneo?

Salah satu tujuan penting kegiatan HoB adalah pengembangan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dimaksud harus mengacu pada kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan. Sebagai contoh, untuk pembangun-an perkebunan kelapa sawit harus mengacu pada kaidah Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), sertifikasi sektor kehutanan menuju pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management) dan praktik-praktik pengelolaan yang lebih baik (better practices management) untuk sektor pertambangan.

15. Bagaimana hak-hak masyarakat adat/lokal dan keterlibatan mereka dalam program Heart of Borneo?

Masyarakat adat/lokal adalah pelaku penting di dalam program HoB, sehingga keberadaan dan perannya sangat dibutuhkan. Setiap bentuk pengelolaan kegiatan harus selalu melibatkan peran serta masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong rasa memiliki dan bertanggung jawab atas keberlanjutan sumberdaya alam. Untuk itu peningkatan kapasitas masyarakat merupakan program penting dan utama di HoB. Diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola sumberdaya alamnya secara bijak dan bertanggung jawab, serta mengetahui hak dan kewajibannya.

16. Darimana sumber pendanaan bagi program Heart of Borneo? Dan bagaimana mekanisme pengelolaannya?

Sebagaimana HoB adalah inisiatif pemerintah, sebagian besar pendanaan berasal dari pemerintah. Pendanaan dimaksud berasal dari anggaran yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sumber pendanaan lain dapat diperoleh melalui kerja sama dengan negara lain, lembaga internasional dan sektor swasta.

Kedepan, pendanaan berkelanjutan (sustainable financing) perlu dikembangkan untuk menjamin keberlangsungan kegiatan. Pendanaan berkelanjutan dimaksud adalah pendanaan dari pemerintah, bantuan negara lain (donor), swasta (Corporate Social Resposibility, CSR), atau lembaga non-pemerintah lainnya baik nasional maupun internasional. Sumber pendanaan lain yaitu dari jasa lingkungan (Payment for Environmental Services, PES). Jasa lingkungan dimaksud seperti jasa air, karbon, keanekaragaman hayati, ekowisata dan sebagainya.