Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

KAWASAN KONSERVASI

  • Taman Nasional Kayan Mentarang

  • Buku I : Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang 2001-2025

    Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang akan diarahkan pada satu tujuan dan empat sasaran penunjang selama 25 tahun ke depan.

    Unduh »
  • Ringkasan Eksekutif Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang 2001-2025

    Rencana Pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (RPTNKM) ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu ketentuan mengenai pengelolaan Taman Nasional sebagaimana diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, beserta peraturan pelaksanaannya.

    Unduh »
  • Buku Panduan Tujuan Ekowisata di Taman Nasional Kayan Mentarang

    Buku panduan Tujuan Ekowisata di Taman Nasional Kayan Mentarang adalah salah satu langkah untuk mempromosikan aset alam dan budaya kita kepada pengunjung dan turis dan Indonesia dan luar Indonesia. Buku panduan ini adalah sebuah harapan untuk meneruskan kerjasama yang produktif antara pemerintah Kabupaten Malinau dan WWF-Indonesia Taman Nasional Kayan Mentarang.

    Unduh »
  • Kerjasama Indonesia-Jerman dalam Bidang Kehutanan - Meningkatkan Pengelolaan Kolaboratif di Wilayah Konservasi

    Sejak tahun 2006, Indonesia dan Jerman bekerja sama dalam pengembangan pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Timur. Pendekatan pengelolaan tersebut menyatukan aspek-aspek ekologis dan sosial ekonomi dan bertujuan untuk meningkatkan konservasi sumber daya alam melalui pengelolaan yang berkelanjutan, pro penduduk miskin dan berbasis multi pemangku kepentingan.

    Unduh »
  • Menuju Manajemen Kolaborasi di Taman Nasional Kayan Mentarang

    Perubahan status kawasan Cagar Alam Kayan Mentarang menjadi Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) pada tahun 1996 merupakan bentuk upaya dalam usaha untuk mengakomodir kepentingan dan aspirasi masyarakat, namun masyarakat masih menuntut untuk pengelolaan kawasan yang berbasis adat sehingga dikembangkan pola pengelolaan kolaboratif.

    Unduh »
  • Peranan Forum Musyawarah Masyarakat Adat (FoMMA) dalam Pengelolaan Kolaboratif di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM)

    Dimulai dari Musyawarah Kepala Adat yang berada di dalam dan luar TNKM, FoMMA secara resmi didirikan pada tanggal 7 Oktober 2000. Lembaga-lembaga adat tersebut yaitu: wilayah adat Hulu Bahau, wilayah adat Pujungan, wilayah adat Mentarang, wilayah adat Lumbis, wilayah adat Tubu, wilayah adat Krayan Hulu, wilayah adat Krayan Hilir, wilayah adat Krayan Tengah, wilayah adat Krayan Darat, dan wilayah adat Apo Kayan (sekarang wilayah adat Kayan Hulu dan wilayah adat Kayan Hilir).

    Unduh »
  • Tata Batas Partisipatif Taman Nasional Kayan Mentarang

    Dalam penataan batas Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) secara partisipatif, dari total batasan TNKM ± 1,36 juta Ha, terdapat 497,10 km belum disetujui oleh masyarakat adat. Sampai tahun 2009, proses penataan batas TNKM secara partisipatif telah selesai di 8 wilayah adat (dari 11 wilayah adat yang ada di TNKM), dan telah disetujui oleh semua para pihak yang ada.

    Unduh »
  • Perencanaan Zonasi Taman Nasional Kayan Mentarang

    Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) memiliki luas ± 1,36 juta Ha dan berada dalam 11 wilayah adat di Kabupaten Nunukan dan Malinau, Kalimantan Timur. Untuk menciptakan pengelolaan hutan yang lestari dengan wilayah yang cukup tinggi, maka TNKM memerlukan sistem pengelolaan secara zonasi.

    Unduh »
  • Delineasi Zona Buffer Taman Nasional Kayan Mentarang

    Secara konseptual "buffer zone" atau wilayah penyangga berfungsi untuk menyangga wilayah utama, mencegah terjadinya kerusakan dan memberikan lapisan perlindungan bagi kawasan konservasi. Dalam rangka pengelolaan kolaboratif di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), deliniasi buffer zone dianalisis melalui 2 pendekatan, yakni pendekatan Sosio-ekonomi masyarakat dan pendekatan ekologi-lanskap.

    Unduh »
  • Monitoring Partisipatif Taman Nasional Kayan Mentarang

    Dengan kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang cukup luas, permasalahan maupun ancaman terhadap kawasan juga cukup tinggi. Sehingga diperlukan suatu sistem monitoring kawasan yang efektif dan efisien, sebagai taman nasional satu-satunya di Indonesia yang memiliki sistem pengelolaan kolaboratif maka TNKM menggunakan sistem monitoring kawasan secara paritisipatif yang melibatkan berbagai pihak.

    Unduh »
  • Lingkungan Sekitar

    Di Taman Nasional Kayan Mentarang, mata pencaharian penduduk diadopsi dari pendekatan berbasis hak dengan penekanan pengamanan kepemilikan lokal atas modal alam dan sumber mata pencaharian, dan pengakuan hak-hak Masyarakat Adat di kawasan konservasi. Pendekatan ini kemudian diperkuat dengan menambahkan dimensi ekonomi untuk mengembangkan pendapatan alternatif, membuat pilihan usaha kecil dan mendorong keterampilan usaha di tingkat masyarakat untuk meningkatkan mata pencaharian.

    Unduh »
  • Pembiayaan Taman Nasional Berkelanjutan

    Saat ini pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Kayan Mentarang telah berjalan baik tidak hanya dari sisi konsep maupun aturan, tapi juga sudah ada di dalam proses terimplementasi di lapangan. Dengan kondisi kawasan yang masih relatif utuh dan memiliki nilai kekayaan keanekaragaman yang tinggi, serta hampir tidak adanya laporan terjadinya illegal logging, sehingga dalam konteks ini kesinambungan dana untuk jalannya pengelolaan kolaborasi sangat diperlukan.

    Unduh »