Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

TULISAN ANDA

  • Amfibi Borneo

    Friday, 04 February 2011 | Administrator | comment (0)
    Amfibi Borneo

    Maret 1996, anggota kedua belas kelompok kodok Ansonia ditemukan di dataran tinggi Sabah. Kodok betina dewasa ini dijumpai di Sayap Station di Taman Kinabalu, Distrik Kota Belud di ketinggian 880 m dpl. Jenis A.  Anotis dapat dibedakan dengan jenis Ansonia lainnya berdasarkan tidak adanya tympanium atau organ pendengaran. Berudu jenis ini juga sangat berbeda karena memiliki penghisap yang menonjol di bagian perutnya, yang memungkinkannya untuk memanjat. Kaki dan jarinya panjang dan langsing dan punggungnya dipenuhi benjolan kecil yang masing-masing berujung coklat. Matanya sangat besar yang ukurannya sama dengan lebar moncongnya.

    April 1996, jenis baru amfibi lainnya diidentifikasikan sebagai Philautus erythrophthalmus, katak pohon kerdil bermata merah dari Sabah. Katak ini ditemukan di sub pegunungan Muruk Mio, sebelah barat daya Sabah di ketinggian 1.550 m dpl. Satwa ini saat ditemukan sedang bertengger di dedaunan kira-kira 2 m di atas tanah di hutan eks-pegunungan. Genus ini sangat tidak lazim karena memiliki karakteristik pertumbuhan telur yang secara fisik tergantung di udara hingga masa penetasan menjadi anak katak tanpa mengalami tahap berudu.

    September 2001, sejenis katak- Kalophrynus eok- ditemukan di Dataran Tinggi Kelabit, Sarawak (Kalimantan Tengah utara). Anggota baru kelompok  Grainy Frog atau katak benjol ini (disebut demikian karena kulitnya yang tak rata dan dipenuhi benjolan) memiliki kepala lebar dan punggung merah bata. Hewan tanah ini juga disebut katak lendir/lengket sebab jenis ini mengeluarkan lendir beracun yang sangat lengket ketika diserang oleh pemangsa. Katak ini berukuran kurang dari 30 mm dan memakan serangga-serangga kecil. Temuan-temuan terakhir ini menunjukkan bahwa hutan-hutan pegunungan di dataran tinggi bagian tengah Kalimantan sangat kaya akan komunitas amfibi endemik dan kemungkinan besar masih menyimpan banyak jenis lainnya yang belum dikenal dunia pengetahuan.

Post Your Comment

  • Enter to this box   


Comments