Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

TENTANG HOB

  • Strategi HoB

    Strategi HoB

    Program atau inisiatif Heart of Borneo dikembangkan tidak hanya untuk tujuan-tujuan konservasi semata, namun lebih penting lagi bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan HoB. Lingkungan dan keanekaragaman hayati merupakan pilar-pilar program HoB selain sosial ekonomi dan pengembangan institusi. Oleh karena itu, khusus di wilayah Indonesia, kerjasama lintas sektoral dan peran serta aktif pemerintah propinsi dan kabupaten di kawasan HoB menjadi sangat penting. Pemberdayaan dan peran serta masyarakat lokal, yaitu masyarakat lokal yang berinteraksi langsung dengan sumberdaya alam di kawasan HoB, harus menjadi bagian pokok dalam pembangunan di kawasan HoB.


    Tujuan Inisiatif Heart of Borneo

    Tujuan pengelolaan kawasan Heart of Borneo adalah sebagai berikut:
    1. Mendorong pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan di jejaring kawasan konservasi, kawasan lindung serta hutan produksi dan penggunaan lahan lainnya;
    2. Terwujudnya implementasi kebijakan dan penegakan hukum yang mendukung pengelolaan kawasan HoB secara berkelanjutan dengan memperhatikan perjanjian multilateral dan bilateral yang ada;
    3. Terwujudnya pembangunan berkelanjutan berbasis kaidah-kaidah ilmiah dan kearifan lokal bagi peningkatan kesejahteraaan masyarakat melalui penerapan pengelolaan berkelanjutan, perlindungan, pendidikan dan pelatihan, maupun kegiatan lainnya yang relevan dengan pengelolaan lintas batas, konservasi dan pengembangan wilayah di kawasan HoB.


    Sebagai tindaklanjut deklarasi Heart of Borneo, pemerintah ketiga negara menyusun rencana aksi yang disebut sebagai Heart of Borneo Strategic Plan of Action (HoB SPA). Beberapa program yang disepakati bersama dalam dokumen ini adalah:
    1. Pengelolaan kawasan lintas batas negara;
    2. Pengelolaan kawasan lindung;
    3. Pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan;
    4. Pengembangan ekowisata;
    5. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.


    Pengelolaan Kawasan Lintas Batas Negara

    Ketiga negara memahami adanya perbedaaan pemanfaatan lahan di kawasan perbatasan, sehingga penting untuk meningkatkan kerjasama lintas batas dalam kegiatan pengelolaan hutan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Tujuan program pengelolaan kawasan lintas batas negara adalah untuk mengatasi isu-isu pengelolaan sumberdaya alam dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat lokal di kawasan perbatasan.

    Beberapa rencana aksi yang sedang dikembangkan dalam program ini adalah:
    1. Mengembangkan dan mengkaji ulang master plan dan mempertimbangkan inisiatif HoB sejalan dengan perturani dan perundang-undangan negara.
    2. Merekomendasikan kebijakan yang berdasarkan pada konservasi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan HoB.
    3. Menetapkan suatu mekanisme untuk berbagi informasi secara koheren dan efektif.
    4. Melaksanakan penelitian dan kajian bersama, terutama di bidang keanekaragaman hayati dan sosial ekonomi termasuk melakukan penilaian terhadap aspek sosial dan demografi.
    5. Melaksanakan perencaaan bersama untuk tata ruang kawasan HoB.


    Pengelolaan Kawasan Lindung

    Peran kawasan lindung sangat penting dalam upaya mempertahankan fungsi dan potensinya, sehingga pengelolaan secara efektif menjadi penting melalui konservasi kekayaan keanekaragaman hayati. Tujuan program pengelolaan kawasan lindung adalah untuk meningkatkan dan mempromosikan pengelolaan yang efektif kawasan lindung di kawasan HoB, dengan penekanan pada perbatasan, dalam upaya untuk menglestarikan dan memelihara keanekaragaman hayati hutan serta keterkaitan ekologisnya.

    Beberapa rencana aksi yang sedang dikembangkan dalam program ini adalah:
    1. Mengidentifikasi, menilai dan menetapkan kawasan lindung lintas batas dalam rangka memperkuat pengelolaan kawasan lindung berbasis nilai budaya dan warisan alam, daya serap air, dan kekayaan keanekaragaman hayati.
    2. Mengembangkan dan meningkatkan sistem dan prosedur pelaksanaan baku untuk pemantauan dan evaluasi dalam upaya pengelolaan kawasan lindung lintas batas, dan melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi bersama, jika diperlukan.
    3. Mengembangkan dan meningkatkan sistem dan implementasi program pengelolaan kawasan lindung lintas batas secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat lokal dan stakeholder lainnya.
    4. Mengembangkan dan meningkatkan berbagai pendekatan untuk memperbaiki pengelolaan lahan dan vegetasi di kawasan yang diolah oleh masyarakat local di dalam atau berdekatan dengan kawasan lindung.
    5. Menetapkan daftar pokok kawasan lindung di dalam kawasan HoB dengan informasi mengenai tujuan pengelolaan, ciri khusus dan badan atau individu yang relevan berdasarkan kategori dari masing-masing negara.
    6. Mempromosikan keterkaitan institusi di antara kawasan lindung di dalam kawasan HoB.


    Pengelolaan Sumberdaya Alam secara Berkelanjutan

    Kegiatan industri kehutanan, pertanian dan industri lainnya perlu dilakukan dengan mengikuti kaidah-kaidah konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini untuk menjaga keberadaan tutupan hutan, kekayaan keanekaragaman hayati dan fungsi sebagai menara air bagi kawasan di bawahnya. Tujuan program pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan adalah untuk mengelola sumberdaya alam di luar jejaring kawasan lindung melalui pengembangan dan implementasi pemanfaatan lahan yang berkelanjutan.

    Beberapa rencana aksi yang sedang dikembangkan dalam program ini adalah:
    1. Meningkatkan dan memperkuat mekanisme dan panduan yang ada untuk memastikan implementasi praktek terbaik dalam pengelolaan sumberdaya alam, prinsip pemanfaatan berkelanjutan dan pendekatan ekosistem dalam pemanfaatan sumberdaya alam termasuk kehutanan, perkebunan dan pertambangan di dalam kawasan HoB.
    2. Mengembangkan skema untuk program rehabilitasi dan restorasi pada hutan terdegradasi di dalam kawasan HoB.
    3. Mengembangkan kawasan HoB sebagai daerah potensial untuk proyek Reduction of Emission from Deforestation and Degradation (REDD).


    Pengembangan Ekowisata

    Pengembangan Ekowisata merupakan salah satu pilar pengembangan sosial ekonomi, sehinga kerjasama antar negara HoB sangat penting dengan mempertimbangkan perencanaan ekowisata di masing-masing negara. Tujuan program pengembangan ekowisata adalah untuk mengenal dan melindungi nilai alam yang khusus dan tempat-tempat budaya di kawasan HoB.

    Beberapa rencana aksi yang sedang dikembangkan dalam program ini adalah:
    1. Mengidentifikasi, mengembangkan dan mempromosikan program ekowisata lintas batas.
    2. Mengembangkan jaringan dalam pengelolaan ekowisata yang dikaitkan degan pengelolaan kawasan lindung.
    3. Mempromosikan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan HoB.


    Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia

    Pengembangan kapasitas bagi sebagian besar masyarakat di kawasan HoB diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan produk hutan dan pertanian dalam upaya menuju kelestarian hasil. Tujuan program peningkatan kapasitas sumberdaya manusia adalah untuk memastikan implementasi inisiatif Heart of Borneo yang efektif di semua tingkat, baik di publik dan sektor swasta dan di tingkat masyarakat lokal.

    Beberapa rencana aksi yang sedang dikembangkan dalam program ini adalah:
    1. Mengimplementasikan peningkatan kapasitas nasional tentang konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan air, perencanaan fungsi lahan, sistem informasi geografis, pengelolaan kawasan lindung, rekreasi di alam, pengelolaan ekowisata dan penegakan hukum dalam pemberantasan perdagangan produk hutan yang tidak legal dan berskala internasional, termasuk kayu, hidupan liar dan sumberdaya biologis hutan lainnya.
    2. Menetapkan hubungan antar institusi riset dan pengembangan, dan mendorong kolaborasi termasuk menyertakan peneliti untuk terlibat dalam upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di HoB.
    3. Mempromosikan program penyadartahuan publik tentang berkurangnya keanekaragaman hayati hutan termasuk produk kayu dan satwa liar.
    4. Mempromosikan pendidikan dan penyadartahuan mengenai program HoB.


    Intervensi Rencana Strategis

    Intervensi rencana dalam pengelolaan HoB, diarahkan strategi berikut:
    a. Penggunaan lahan yang berkelanjutan
    b. Reformasi sektor
    c. Pengelolaan kawasan lindung
    d. Pembangunan kapasitas kelembagaan dan pembiayaan yang berkelanjutan

    Berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan konservasi dan pembangunan berkelanjutan, prioritasnya adalah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di kawasan konservasi di daerah-daerah tertentu dan dilindungi pada umumnya. Oleh karena itu, untuk memperkuat pengelolaan kawasan lindung, intervensi strategis dalam pengelolaan kawasan lindung yang dijabarkan lebih lanjut ke dalam sub-intervensi strategis:
    a. Inventarisasi potensi dan menerapkan pengelolaan kawasan lindung, termasuk peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi (Informasi dan manajemen konservasi)
    b. pemberdayaan masyarakat
    c. Memperkuat peran sektor swasta melalui penerapan praktek-praktek manajemen terbaik, sertifikasi, dan dukungan dari sektor swasta untuk mencapai pendanaan berkelanjutan pengelolaan kawasan lindung (keterlibatan swasta)
    d. Advokasi kebijakan

    Intervensi rencana pengelolaan HoB dapat dilihat di bawah ini: