Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

TENTANG HOB

  • Rencana Kegiatan

    Rencana Kegiatan

    Rencana Kegiatan inisiatif HoB di tingkat nasional memiliki empat program.

    I.  KERJASAMA ANTAR WILAYAH

    1.1. Pemanfaatan Lahan secara Berkelanjutan
    Nasional:
    - Menentukan batas wilayah HoB
    - Mendorong finalisasi tata ruang provinsi dan kabupaten (RTRW) untuk menjamin pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di wilayah HoB

    Kalimantan Timur:
    - Menggambarkan wilayah HoB di Kalimantan Timur
    - Identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat
    - Identifikasi dan pembagian kawasan HoB dalam Peta RTRW Provinsi dan Kabupaten
    - Integrasi dan sinergi rencana HoB yang sedang berjalan dan/atau program Pemantauan direncanakan secara inisiatif dari semua pembagian wilayah, baik skala besar maupun skala kecil

    Kalimantan Tengah:
    - Deliniasi, penentuan batas, dan identifikasi wilayah yang termasuk ke dalam wilayah HoB
    - Sinkronisasi potensi sumber daya lintas-kabupaten  dan analisis tentang perubahan perencanaan tata ruang
    - Survei atau studi pada daerah ancaman terhadap keanekaragaman hayati di wilayah HoB

    Kalimantan Barat:
    - Inventarisasi kegiatan budidaya di wilayah HoB
    - Studi daya dukung lahan
    - Penyusunan pada konsep pengembangan wilayah berkelanjutan
    - Perencanaan dan pengembangan hutan
    - Penyusunan rencana HoB
    - Pencegahan dan pengurangan kebakaran hutan
    - Pencemaran dan pengendalian kerusakan lingkungan
    - Studi dan pengembangan tanaman-tanaman pokok perkebunan, program penelitian tanaman pokok perkebunan


    1.2. Reformasi Sektor Kebijakan
    Nasional: Menetapkan kriteria dan indikator untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan menyebarkan ke dalam sektor kebijakan untuk diintegrasikan

    Kalimantan Timur:
    - Sosialisasi rencana kegiatan HoB kepada semua stakeholder
    - Promosi (contoh: proyek percobaan) dengan pendekatan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
    - Pengembangan sistem secara insentif untuk semua pihak yang mendukung visi, misi dan kegiatan HoB
    - Pengembangan skema/kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan secara optimal

    Kalimantan Tengah:
    - Revisi peraturan pengelolaan daerah pertambangan dan perkebunan
    - Penyusunan kebijakan pembangunan berbasis lingkungan
    - Peraturan gubernur pada pedoman pembukaan lahan untuk masyarakat
    - Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah tentang kebijakan pengelolaan sumber daya alam
    - Mendorong pelaksanaan praktik pengelolaan yang lebih baik pada manajemen sumber daya alam

    Kalimantan Barat: Untuk meninjau Kebijakan Lokal pada pemanfaatan sumber daya alam (perkebunan, pertambangan)


    1.3. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan
    Nasional:
    - Membentuk kerangka kelembagaan untuk pengelolaan sumber daya alam di wilayah HoB
    - Membentuk master plan HoB dan rencana pengelolaan
    - Mengembangkan penelitian dasar dan terapan serta memperkuat kolaborasi di antara lembaga-lembaga penelitian berdasarkan visi dan misi HoB
    - Mempromosikan partisipasi, kolaborasi, kesadaran dan pendidikan pada implementasi HoB

    Kalimantan Timur:
    - Memperkuat peran Kelompok Kerja Lokal HoB dalam jangka perbaikan institusi lokal
    - Pengembangan administrasi lintas, hulu-hilir, dan lintas sektoral pada program kerjasama
    - Pengembangan potensi sumber daya database alam dan pengelolaan kebijakan
    - Pelaksanaan skema ‘satu sungai, satu manajemen’  lintas negara dan lintas-kabupaten di daerah aliran sungai
    - Pengembangan penelitian dasar dan awal yang berhubungan dengan aspek biofisik dan sosial-ekonomi-budaya

    Kalimantan Tengah:
    - Memperkuat peran kelompok regional yang bekerja dalam rangka memperkuat institusi lokal sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.38 dan 41/2007
    - Melakukan studi pada lembaga holistik

    Kalimantan Barat:
    - Memperkuat peran kelompok-kelompok lokal yang bekerja untuk memperkuat institusi lokal sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.38 dan 41/2007
    - Perbaikan pengelolaan lintas batas di Kalimantan Barat
    - Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi di wilayah HoB


    II. PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG

    2.1. Advokasi Kebijakan
    Nasional:
    - Memperkuat manajemen dan/atau (jika dianggap perlu) atau meningkatkan status kawasan lindung dan konservasi di HoB
    - Mengembangkan kebijakan dalam pengembangan dan/atau memperkuat pengelolaan kawasan konservasi lintas batas

    Kalimantan Timur:
    - Promosi dan fasilitasi pengelolaan kawasan lindung
    - Perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi/hutan lindung
    - Promosi teknis dan non-teknis serta fasilitasi kebutuhan untuk pengembangan kabupaten konservasi
    - Fasilitasi manajemen sosial di semua kawasan lindung

    Kalimantan Tengah:
    - Meningkatkan status kawasan lindung di wilayah HoB di Kalimantan Tengah
    - Meningkatkan kawasan hutan
    - Pengelolaan kawasan atau konservasi hutan bernilai tinggi
    - Pengelolaan lahan DAS terpadu dan kritis

    Kalimantan Barat:
    - Pengelolaan dan rehabilitasi sungai, danau dan sumber daya alam lainnya di zona penyangga
    - Pengendalian banjir
    - Rehabilitasi dan pemulihan sumber daya alam cadangan
    - Perlindungan dan konservasi sumber daya alam


    2.2. Informasi dan Pengelolaan Kawasan Lindung
    Nasional: Pengembangan standar penilaian, sistem, publikasi, pemantauan dan evaluasi pengelolaan kawasan lindung termasuk kolaborasi kelembagaan kepada otoritas pengelola kawasan lindung dan pengembangan ekowisata di daerah HoB

    Kalimantan Timur:
    - Eksplorasi dan identifikasi kawasan hutan yang memiliki nilai potensial/penting untuk perlindungan keanekaragaman hayati
    - "Konservasi Ekstra" pada gajah Borneo dan spesies endemik lainnya melalui partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan
    - Mengembangkan koridor hutan di antara tiga taman nasional (TNKM, TNBK, dan TNBBBR) dan meniindaklanjuti dengan melibatkan stakeholder dan mengembangkan rencana pengelolaan
    - Pemetaan dan pengelolaan terpadu daerah konservasi dan lahan kritis
    - Rencana penanaman dan pengembangan hutan yang endemis dan/atau bermanfaat

    Kalimantan Tengah:
    - Mensosialisasikan pengelolaan HoB untuk semua tingkat administrasi dan pihak terkait
    - Penataan dan peningkatan dari database (data spasial dan atribut)
    - Studi model dan pendekatan pada pengembangan ekowisata di daerah HoB Kalimantan Tengah

    Kalimantan Barat:
    - Meningkatkan kualitas informasi dan akses sumber daya alam
    - Pemantauan dan penegakan hukum untuk kegiatan yang merusak lingkungan
    - Pengawetan dan pengelolaan kawasan suaka alam
    - Konservasi orang utan
    - Pengembangan ekowisata di wilayah TNBK dan DSNP


    2.3. Pemberdayaan Masyarakat
    Nasional: Memperkuat kebijakan dan kerjasama dalam pengelolaan kawasan lindung, termasuk pengembangan ekowisata berbasis masyarakat

    Kalimantan Timur:
    - Menyusun program pendidikan lingkungan
    - Memperkuat kebijakan dan partisipasi stakeholder dalam pengelolaan hutan lestari
    - Perencanaan dan pengembangan energi terbarukan di daerah perkotaan
    - Mengembangkan radio komunitas sebagai sarana komunikasi di daerah perbatasan dan sekitarnya
    - Memperkuat lembaga lokal pada pengelolaan sumber daya lingkungan dan hutan konservasi

    Kalimantan Tengah:
    - Penataan dan pengembangan program sumber daya alam dan lingkungan pendidikan (memperkuat sumber daya manusia dan kapasitas institusi)
    - Memperkuat manajemen partisipatif sumber daya alam
    - Sinkronisasi dan integrasi program pemberdayaan masyarakat dari berbagai sektor pembangunan

    Kalimantan Barat:
    - Pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan lindung
    - Mengembangkan kawasan budi daya non kayu misalnya rotan, damar


    2.4. Keterlibatan Pihak Swasta/Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
    Nasional: Pengembangan keterlibatan pihak swasta/BUMN dalam pengelolaan kawasan lindung

    Kalimantan Timur:
    - Mendorong peran swasta/BUMN dalam pengelolaan kawasan lindung dan pemberdayaan masyarakat
    - Mengembangkan kemitraan dan memperkuat institusi stakeholder dalam pengelolaan/kerjasama konservasi sumber daya alam/sumber daya hutan

    Kalimantan Tengah:
    - Partisipasi aktif dari swasta/BUMN dalam pengelolaan kawasan lindung di wilayah HoB
    - Memperkuat kemitraan dalam pengembangan institusi dan mata pencaharian yang berkelanjutan
    - Memperkuat pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan

    Kalimantan Barat:
    - Meningkatkan sumber daya manusia di tingkat kota
    - Mengembangkan sektor riil masyarakat
    - Pengelolaan ruang terbuka hijau untuk memperkuat sumber daya manusia


    III. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI LUAR KAWASAN LINDUNG

    3.1. Reformasi Kebijakan
    Nasional:
    - Mengembangkan pembagian keuntungan yang adil dari pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
    - Memantau dan mengevaluasi kegiatan ekonomi dan mempromosikan daerah HoB sebagai tujuan ekowisata dan pelaksanaan program Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) di bawah Kongres Perubahan Iklim
    - Melakukan audit terhadap pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman di wilayah HoB
    - Mendorong pelaksanaan program rehabilitasi dan restorasi pada hutan dan lahan terdegradasi di wilayah HoB

    Kalimantan Timur:
    - Meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang kehidupan sehari-hari nyatergantung pada sumber daya alam
    - Mengembangkan energi terbarukan
    - Mengembangkan potensi lokal untuk pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan
    - Pelaksanaan program fasilitasi rehabilitasi dan restorasi pada kawasan hutan terdegradasi
    - Mendorong pengembangan perkebunan masyarakat (skala kecil) yang ramah lingkungan (berdasarkan prinsip konservasi)

    Kalimantan Tengah:
    - Kebijakan analisis dalam masalah sosial, budaya, dan ekonomi
    - Survei kegiatan atau sosial-budaya dan studi ekonomi masyarakat yang tinggal di dalam atau di luar Muller Schwanner serta menemukan potensi pembangunan ekonomi masyarakat

    Kalimantan Barat:
    - Pengembangan infrastruktur kecamatan dan desa
    - Meningkatkan pemasaran dan hasil produksi pertanian
    - Meningkatkan kesejahteraan petani
    - Menetapkan batas kawasan hutan
    - Pengembangan usaha kecil dan menengah
    - Rehabilitasi hutan dan lahan


    3.2. Pemanfaatan Lahan Berkelanjutan
    Nasional:
    - Inventarisasi dan klasfikasi konflik hutan dan lahan di wilayah HoB
    - Membangun mekanisme untuk resolusi dan melakukan meditasi konflik
    - Evaluasi penggunaan lahan

    Kalimantan Timur:
    - Mengembangkan model (demplot) untuk pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di sektor swasta, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam di dalam/sekitar kawasan HoB
    - Meningkatkan produksi dari masyarakat sekitar kawasan hutan melalui intensifikasi pertanian ramah lingkungan (misalnya pertanian organik, agroforestri)
    - Perlindungan lahan pertanian yang produktif/daerah konversi
    - Mempertahankan dan melembagakan kearifan lokal masyarakat sekitar kawasan HoB
    - Mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat

    Kalimantan Tengah:
    - Inventarisasi dan identifikasi produk terbaik lokal di daerah HoB
    - Studi dan survei pada model pengelolaan pengalaman dan pengetahuan lokal berbasis sumber daya alam

    Kalimantan Barat:
    - Meningkatkan ketahanan pangan
    - Pemanfaatan sumber daya hutan
    - Mengembangkan pertanian organik di zona penyangga konservasi/kawasan lindung
    - Pemantauan jasa lingkungan dan perlindungan alam
    - Pelaksanaan dan pemantauan dokumen AMDAL, RKL/RPL


    3.3. Informasi dan Manajemen
    Nasional:
    - Mengembangkan data base sumber daya alam di wilayah HoB
    - Menguraikan kriteria dan indikator untuk pemantuan dan evaluasi sumber daya alam
    - Melaksanakan pemantuan dan evaluasi sumber daya alam

    Kalimantan Timur:
    - Memperkuat lembaga-lembaga (tingkat propinsi, kabupaten dan masyarakat)
    - Memperkuat lembaga sosial masyarakat (LSM)
    - Mengembangkan jaringan elektronik berdasarkan data lingkungan
    - Mengembangkan data karbon (reserve and flow) pada semua jenis hutan di wilayah HoB
    - Mengembangkan data dan jaringan informasi dengan institusi lain, di dalam dan luar wilayah HoB

    Kalimantan Tengah:
    - Mengembangkan Master Plan RHL di wilayah HoB Kalimantan Tengah
    - Mengembangkan sistem peringatan dini untuk bencana alam
    - Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan
    - Inventarisasi dan identifikasi konflik sumber daya alam dan masalah sosial lainnya
    - Mengembangkan studi percontohan pada mekanisme pembayaran untuk pemanfaatan jasa lingkungan dan
    - Inventarisasi dan identifikasi hak komunal dan akses masyarakat terhadap sumber daya alam di kawasan HoB

    Kalimantan Barat:
    - Mengembangkan data base HoB untuk tingkat provinsi dan kabupaten
    - Mengembangkan keseimbangan sumber daya alam
    - Sosialisasi data dan informasi HoB


    IV. PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN

    4.1. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan
    Nasional:
    - Mempromosikan dasar hukum untuk wilayah HoB
    - Menentukan hubungan kerja dan prioritas kerja Pokjanas dan Kelompok Kerja Lokal HoB
    - Evaluasi kinerja pemerintah propinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di wilayah HoB termasuk dalam kasus di mana ada tambahan provinsi baru atau kabupaten/kota yang dihasilkan dari ekstensi administrasi

    Kalimantan Timur:
    - Mengembangkan skema pendanaan berkaitan dengan pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah HoB
    - Meningkatkan sumber daya manusia dan lembaga masyarakat desa/kampung dalam pengelolaan dana dari sumber daya alam dan pemanfaatan jasa lingkungan
    - Dokumentasi dan memperkuat atau mengembangkan pelestarian budaya melalui pariwisata-budaya sebagai sumber penghasilan alternatif

    Kalimantan Tengah:
    - Inventarisasi dan identifikasi sumber pendanaan untuk implementasi program HoB Kalimantan Tengah
    - Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemerintah, LSM dan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, praktik, studi banding, dan sebagainya
    - Memperkuat koordinasi antara kelompok kerja HoB dari tingkat nasional ke kabupaten

    Kalimantan Barat:
    - Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
    - Mekanisme hubungan kerja antara Propinsi dan Kabupaten


    4.2. Reformasi Kebijakan
    Nasional: Mendorong implementasi yang konsisten dari desentralisasi dan devolusi pengelolaan kawasan HoB

    Kalimantan Timur: Fasilitasi/mempromosikan proses pemberdayaan desa tentang perencanaan pembangunan desa dan pengelolaan dana

    Kalimantan Tengah:
    - Memperkuat institusi lokal dalam pengelolaan HoB
    - Memperkuat integrasi konservasi dan program pembangunan daerah
    - Studi pada integrasi pengelolaan sumber daya alam

    Kalimantan Barat:
    - Meningkatkan alokasi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk perlindungan lingkungan di wilayah HoB
    - Penegakan hukum pada pemanfaatan sumber daya alam tanpa izin


    4.3. Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan
    Nasional:
    - Penggalangan dana dan mobilisasi sumber daya
    - Eksplorasi pembiayaan kreatif dan penggalangan dana