Lingkup Penting Hob

Lingkup Penting Hob

Kawasan penting Heart of Borneo merupakan kawasan konservasi maupun kawasan…

Yang Anda Bisa Lakukan ?

Kawasan HoB memiliki fungsi dan daya dukung lingkungan hidup yang penting bagi 15 juta penduduk di Borneo . Oleh karena itu…

TENTANG HOB

  • Sejarah HoB

    Sejarah HoB

    Inisiasi Heart of Borneo  dilakukan pertama kali oleh WWF Sundaland Bioregion Indonesia pada tahun 2001 dengan proposal yang berjudul Borneo Mountain Forest.  Proposal ini sebagai lanjutan dari proyek ITTO Indonesia Malaysia:  Konservasi Lintas Batas. Proyek ini menetapkan Taman Nasional Kayan Mentarang dan Betung Kerihun di Indonesia serta Lanjak Entimau dan Pulung Tao di Malaysia sebagai percobaan konservasi di kawasan perbatasan.

    Proposal di atas disetujui beberapa donor dan kemudian ‘kick off meetingHeart of Borneo dilakukan pada tahun 2003 yang merupakan kerjasama Departemen Kehutanan dengan WWF Indonesia.

    Pada tanggal 5-6 April 2005 dilaksanakan pertemuan para pihak di Brunei Darussalam, dimana tema “Three Countries – One Conservation Vision” disetujui. Di pertemuan ini disepakati agar ketiga Negara membentuk deklarasi Heart of Borneo. Sebagai tindak lanjut, sejak Agustus hingga September 2005 di Indonesia dilakukan lokakarya tingkat provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur) yang menghasilkan beberapa kesepakatan seperti konsep area HoB, formalisasi inisiatif HoB melalui deklarasi, lokakarya tingkat nasional, regional dan international, serta sosialisasi HoB ke seluruh stakeholder terkait.

    Pada tanggal 6-8 Desember 2005 dilaksanakan lokakarya nasional HoB di Jakarta. Lokakarya ini menghasilkan draft deklarasi HoB.

    Pada tanggal 14 Maret 2006, Menteri Kehutanan mempresentasikan inisiatif HoB pada rapat koordinasi terbatas di kantor Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian. Pada pertemuan ini disepakati inisiatif HoB diluncurkan oleh ketiga negara pada Heart of Borneo event di Conference of the Parties (COP) 8 – Convension on Biological Diversity (CBD) pada tanggal 27 Maret 2006 di Brasil.

    Pada tanggal 24 November 2006 dilaksanakan pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Heart of Borneo antar Negara di Cebu, Filipina dalam rangka pertemuan Senior Official Meeting of the Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asia Growth Area (BIMP-EAGA). Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan deklarasi Heart of Borneo pada acara BIMP-EAGA/KTT ASEAN, penyempurnaan naskah deklarasi dan pertemuan tiga negara pada 4 Desember 2006 di Jakarta.

    Pada tanggal 12 Februari 2007, pemerintah ketiga Negara akhirnya sepakat mendeklarasikan komitmen mereka untuk mengelola secara berkelanjutan dan melindungi kawasan HoB. Deklarasi HoB ditandatangani oleh Menteri Kehutanan, Minister of Natural Resources and Environment -Malaysia, dan Minister of Industry and Primary Resources–Brunei Darussalam di Bali, Indonesia.

    Pada tanggal 18-20 July 2007, Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Pertama diselenggarakan di Brunei Darussalam. Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan yaitu:
    1. Setiap negara segera akan membuat rancangan dokumen proyek nasional.
    2. Usulan oleh Brunei Darussalam untuk membentuk sekretariat tiga negara atau Heart of Borneo Center harus terdiri dari otoritas terkait di setiap negara.
    3. Menerima tawaran Asian Development Bank untuk misi dukungan teknis di ketiga negara.
    4. Malaysia akan mengadakan seri pertama ekspedisi Heart of Borneo pada bulan Juni 2008 di Serawak.
    5. Indonesia akan mengadakan lokakarya pertama mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2008.
    6. Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Kedua disepakati untuk diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat pada bulan Januari 2008.

    Kemudian pada tanggal 24-25 Oktober 2007 dilaksanakan pertemuan BIMP-EAGA di Davao City, Filipina. Dalam pertemuan ini dihasilkan beberapa pernyataan yaitu:
    1. Malaysia menyatakan bahwa sekretariat HoB tidak perlu untuk dibentuk dan menyarankan bahwa pertemuan tiga negara saja sudah cukup.
    2. Brunei Darussalam menyatakan bahwa dokumen nasional proyek Heart of Borneo Brunei akan difinalisasi pada tanggal 18 November 2007.
    3. Indonesia menawarkan untuk menjadi tuan rumah sekretariat HoB.

    Sesuai dengan kesepakatan pada Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Pertama, maka pada tanggal 4-5 April 2008 diselenggarakan Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Kedua di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Dalam pertemuan ini menghasilkan beberapa hal yaitu:
    1. Adopsi rencana strategis tiga negara.
    2. Kesepakatan untuk diskusi lanjutan sehubungan dengan pengaturan kelembagaan dan pendanaan HoB di tingkat trilateral.

    Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Ketiga  kemudian dilakukan di Kota Kinabalu, Malaysia pada tanggal 5-6 Oktober 2009. Dalam pertemuan ini, Indonesia mengusulkan pembentukan Kelompok Kerja GIS Heart of Borneo yang akan bekerja untuk melakukan sinkronisasi kriteria dan indikator untuk daerah ditetapkan sebagai kawasan HoB, sinkronisasi lintas batas penggunaan lahan, menentukan metodologi pemantauan tutupan lahan, dan kolaborasi jaringan GIS, pembiayaan keuangan (Trust Fund), dan REDD. Proposal ini tertunda di pertemuan dan akan dibahas dalam Pertemuan Keempat Tiga Negara di Brunei Darussalam.

    Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Keempat dilaksanakan pada tanggal 20-22 April 2010 di Hotel Internasional Rizqun, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Dalam pertemuan ini menekankan akan perlunya menyelesaikan beberapa isu yang beredar dalam rangka memfasilitasi dan meningkatkan kinerja Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo. Selain itu, pertemuan ini menyebutkan kemungkinan dukungan Pengelolaan Kelembagaan dan Modalitas, memutuskan logo HoB yang diusulkan, studi potensi pembiayaan berkelanjutan, dan untuk menyelaraskan hal-hal yang terkait dengan Sistem Informasi Geografis untuk HoB.

    Pertemuan Tiga Negara Heart of Borneo Kelima dilaksanakan pada tanggal 21-22 September 2011 di Hotel Novotel, Balikpapan, Indonesia. Dalam pertemuan ini dihasilkan beberapa pernyataan yaitu:
    1. Pertemuan tersebut sepakat untuk mengejar hal-hal Program Pengelolaan  Kawasan Lindung Lintas Batas yang termasuk pengembangan ekowisata dan isu-isu terkait dan untuk memperluas keanggotaan, termasuk Brunei Darussalam.
    2. Pertemuan tersebut meminta Indonesia, untuk berkonsultasi dengan negara-negara anggota lainnya, untuk merevisi TOR Komite Teknis GIS agar lebih spesifik dan fokus.
    3. Pertemuan tersebut sepakat untuk mempertahankan mekanisme dalam absen sekretariat tetap. Pertemuan juga menekankan pentingnya memiliki yang lebih baik diantara negara anggota lainnya.
    4. Pertemuan tersebut mempertimbangkan dan menyepakati logo yang diusulkan dan meminta Malaysia untuk merevisi desain serta menyebarluaskan ke negara-negara anggota.
    5. Pertemuan teresbut mempertimbangkan dan mengadopsi lagu sebagai lagu Inisiatif HoB dengan perubahan kecil dalam lirik. Pertemuan ini juga meminta Indonesia untuk menyertakan situs mewakili keunikan masing-masing negara anggota dalam klip video dan untuk dinyanyikan oleh artis dari setiap negara anggota, untuk tujuan HoB dan bukan untuk penggunaan komersial.